![]()

① Saat menyalakan pompa hidrolik, pompa harus di-jogging beberapa kali. Setelah arah aliran oli dan suara normal, sebaiknya dioperasikan pada tekanan rendah selama 5-10 menit sebelum dioperasikan secara normal. Sebelum menyalakan pompa pendorong, oli kerja yang bersih harus diisi ke dalam pompa melalui lubang pembuangan oli pada casing.
② Viskositas oli berubah dengan pengaruh suhu, dan viskositas menurun dengan kenaikan suhu oli, sehingga suhu oli harus dijaga di bawah 60 derajat. Untuk membuat pompa hidrolik bekerja secara stabil pada suhu operasi yang berbeda, cairan oli yang dipilih harus memiliki karakteristik suhu oli yang viskositasnya tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan suhu, serta stabilitas kimia yang lebih baik, ketahanan busa, dll. Disarankan untuk gunakan oli hidrolik anti aus L-HM32 atau L-HM46 (GB11118.1-94).
③ Oli harus bersih dan bebas dari kotoran mekanis dan zat korosif. Sistem hidraulik tanpa alat filtrasi pada pipa hisap oli harus melewati truk filter (dengan akurasi filtrasi kurang dari 25 μm) Isi tangki bahan bakar dengan oli.
④ Tekanan dan kecepatan pompa hidrolik mengacu pada nilai puncak yang diperbolehkan selama penggunaan jangka pendek, dan penggunaan jangka panjang harus dihindari, jika tidak maka akan mempengaruhi masa pakai pompa hidrolik.
⑤ Suhu oli operasi normal pompa hidrolik adalah 15-65 derajat , dan suhu pada selubung pompa umumnya 10-20 derajat lebih tinggi daripada suhu oli di saluran masuk pompa di tangki oli. Saat suhu oli di dalam tangki oli mencapai 65 derajat, suhu di casing pompa tidak melebihi 75-85 derajat.


















